Waspadai Caplak dan Pinjal serta Bahayanya

Waspadai Caplak dan Pinjal serta Bahayanya

Pada kucing dan anjing, gangguan kesehatan pada kulit atau bulu adalah yang paling sering terjadi dan kutu adalah salah satu penyebabnya. Bulu pada anjing dan kucing merupakan tempat yang nyaman bagi kutu untuk tempat tinggal, apalagi kalau kebersihannya kurang dijaga.

Menurut  Praktisi Hewan Kecil di Denpasar, Drh. Soeharsono DTVS PhD, seperti yang dikutip dari tribunnews.com, daerah tropis seperti Indonesia memang ideal untuk hidup kutu sepanjang tahun. Ada banyak jenis kutu, namun yang umum ditemukan dan penting untuk dipahami yaitu caplak/ticks (kutu yang besar) dan pinjal/fleas (kutu kecil pipih).

Pinjal sering disebut orang awam sebagai  kutu kucing, karena paling sering ditemukan pada kucing. Pada anjing kedua macam kutu tersebut bisa ditemukan bersamaan, tetapi pada kucing biasanya hanya ada pinjal. Caplak dan pinjal menyebabkan anjing atau kucing tidak tenang dan menggaruk-garuk badan.

Bahaya caplak
Caplak yang biasanya mengisap darah anjing adalah jenis Rhipicephalus Sanguineus. Caplak betina yang telah bertelur (engorged ticks) kelihatan gendut, sedangkan yang jantan tetap pipih dengan kaki kelihatan banyak.

Apabila caplak ditemukan dalam jumlah banyak, maka anjing akan mengalami kekurangan darah (anemia). Tandanya, gusi akan terlihat pucat, sedangkan gusi normal berwarna merah muda. Yang lebih berbahaya dari sekedar mengisap darah, caplak bisa membawa parasit darah. Ada 2 parasit darah yang sangat berbahaya yaitu Babesia Canis yang menyerang butir darah merah (erythrocyte) dan Ehrlichia Canis yang menyerang butir darah putih (lymphocyte). Penyakitnya disebut Babesiosis dan Ehrlichiosis.

Anjing penderita Babesiosis akan mengalami demam, lesu, urine berwarna keruh, selaput lendir pucat, tidak mau makan dan muntah. Kadang-kadang bisa ditemukan gejala syaraf dan gangguan pernafasan.

Ehrlichiosis pada anjing ditandai dengan demam tinggi, keluar darah dari hidung dan perdarahan pada kulit. Perdarahan ini akibat keping darah (thrombocyt) rendah atau Thrombocytopenia. Pada kondisi demikian, bawa segera anjing anda ke dokter hewan, karena kalau terlambat bisa berakibat fatal.

Caplak juga bisa menularkan parasit darah pada manusia. Kejadian ini pertama kali dilaporkan di Jepang, parasitnya disebut Ehrlichia Senetsu.

Di kota Lyme, Connecticut, Amerika, untuk pertama kali (1978) ditemukan penyakit pada sejumlah orang dengan gejala utama radang sendi (arthritis). Penyakit nya disebut Lyme Disease. Penyebabnya adalah bakteri Borrelia Burgdoferi. Penyidikan terhadap penyakit ini mengungkapkan bahwa sebagai penularnya adalah caplak Ixodes sp.

Pada tahun 1996, tercatat lebih dari 16 ribu orang tertular Lyme Disease di 46 negara bagian Amerika Serikat. Selain di Amerika, Lyme Disease telah ditemukan di Australia (1980), Italia (1985), daratan Eropa dan Inggris (1991).

Di Indonesia Lyme Disease, sepengetahuan Drh. Soeharsono belum pernah dilaporkan, namun tidak berarti bahwa penyakit ini belum ada.

Bahaya pinjal
Pinjal pada anjing atau kucing merupakan pembawa telur cacing pita. Apabila pinjal ini berjalan dekat mulut anjing atau kucing, kemudian dijilat dan ditelan, maka anjing atau kucing tersebut akan tertular cacing pita.

Bawalah anjing atau kucing Anda ke dokter hewan, untuk memastikan apakah anjing atau kucing Anda tertular cacing pita. Dari pemeriksaan tinja (feces) akan diketahui jenis cacing apa yang ada pada hewan kesayangan Anda.

Perlu diketahui bahwa obat cacing pita berbeda dengan obat cacing gilik atau cacing tambang. Sebaiknya dipakai obat cacing yang mampu mengobati semua jenis cacing pada saluran pencernaan. Gigitan pinjal juga dapat menimbukan alergi pada anjing, kucing bahkan manusia. Alergi yang disebabkan pinjal disebut Flea Allergy Dermatitis. Penyebab alergi adalah air liur (saliva) pinjal yang masuk ke kulit ketika menggigit.

Penularan caplak dan pinjal
Caplak biasanya bersembunyi di batu-batuan, rumput atau celah pada tembok, sedangkan pinjal bisa bersembunyi di karpet, kursi, dan benda-benda lain.

Anjing atau kucing kemungkinan besar bisa terjangkit kutu dari kandang atau lingkungannya. Anjing dan kucing yang berkeliaran di sekitar kediaman Anda, dan ada kutu ditubuhnya, juga bisa menjadi penular kutu ke anjing atau kucing Anda.

Penanganan
Pemakaian obat kutu ini ada yang dengan cara memandikan, semprot, memakai kalung berisi obat, suntikan atau tetes di tengkuk (spot on).

Untuk memandikan, kita bisa memakai shampoo katobu. Shampoo katobu adalah shampoo herbal yang ampuh untuk menghilangkan kutu. Selain itu juga bisa untuk mencegah dan mengobati gangguan kulit pada hewan peliharaan.

Diperlukan penanganan secara intensif agar hewan kesayangan kita bebas dari kutu. Menjaga kebersihan lingkungan juga diperlukan agar kutu tidak datang kembali.(gm/odj)