Tertarik Memelihara Kelinci? Berikut 10 Jenis Kelinci Hias Paling Populer

Tertarik Memelihara Kelinci? Berikut 10 Jenis Kelinci Hias Paling Populer

Banyak orang memiliki hewan peliharaan karena berbagai macam alasan. Bisa karena hobi, bisnis, menolong hewan tersebut, mengikuti tren ataupun alasan-alasan lain. Nyatanya bagi pecinta hewan, keberadaan hewan peliharaan bisa memberikan nuansa yang berbeda dalam kehidupannya. Bahkan ada yang memperlakukan hewan peliharaan layaknya anggota keluarga sendiri.

Seperti diketahui banyak macam dari jenis hewan yang dijadikan peliharaan, salah satunya adalah kelinci. Kelinci dipelihara karena bentuknya yang imut, lucu, menggemaskan juga jinak. Selain itu, beberapa jenis kelinci dikembang biakan karena manfaat dagingnya untuk konsumsi. Oleh kerena itu klasifikasi kelinci biasanya dibedakan menjadi dua, yaitu kelinci hias dan pedaging. Akan tetapi banyak juga yang menjadikan kelinci pedaging sebagai kelinci hias, karena dia memang suka pada jenis ras tersebut. Semua itu tergantung dari selera dan tujuan si pemelihara sendiri.

Berdasarkan sejarahnya, pada mulanya hewan bertelinga panjang ini hidup liar di Afrika dan Eropa. Sedangkan orang Indonesia biasa menyebutnya kelinci karena terpengaruh dari bahasa Belanda yaitu konijntje yang berarti anak kelinci. Ini karena orang Belanda lah yang pertama kali membawa hewan ini ke nusantara. Maka bisa dibilang bahwa masyarakat Indonesia mulai mengenal hewan ini pada masa kolonial.

Adapun jenis kelinci yang ada sebenarnya sangat banyak. Mereka punya ciri khas yang berbeda dari masing-masing daerah. Banyak juga yang merupakan hasil dari persilangan dari ras yang sudah ada sebelumnya. Berikut beberapa jenis kelinci hias yang populer sebagai hewan peliharaan.

1. Kelinci Lokal


Kelinci pertama adalah kelinci lokal, artinya kelinci ini berasal dari Indonesia dan memiliki nama ilmiah Lepus nigricolis. Mereka berasal dari pulau jawa dan sampai sekarang masih banyak dikembang biakan. Seperti telah disinggung diatas, kelinci jenis ini dahulunya merupakan bawaan orang-orang Belanda ketika menjajah Indonesia. Jadi sebenarnya nenek moyangnya bukan asli hewan yang berasal dari nusantara.

Saat ini kelinci lokal sudah banyak yang dijadikan kelinci hias modern. Harganya yang lebih murah, lebih tahan cuaca dan pengembang biakan yang lebih mudah adalah beberapa faktor yang menjadikan kelinci lokal juga banyak peminatnya. Walaupun secara bentuk dan keindahan ada yang mengatakan masih kalah dari kelinci jenis impor, tapi semua itu tergantung dari selera dan sudut pandang peminatnya sendiri.

Adapun ciri-cirinya adalah berwarna hitam, abu-abu, putih, coklat, atau kombinasi lainnya. Badannya tergolong standar bila dibandingkan dengan beberapa jenis kelinci dari luar, dengan berat dewasa bisa mencapai sekitar 5 - 6 kg. Adapun umurnya berkisar 5 - 10 tahun.

2. Kelinci Anggora


Jikalau kucing ada jenis anggora (angora) demikian halnya juga kelinci ada yang berjenis anggora. Bulu mereka pun sama yaitu sama-sama lebat dan panjang. Anggora merupakan jenis kelinci yang berasal dari Ankara, Turki. Pada awalnya kelinci anggora ditemukan oleh pelaut Inggris dan dibawa ke Perancis sekitar tahun 1723. Akhirnya penyebarannya pun meluas ke Eropa dan Asia bahkan Amerika tahun 1900-an.

Tidak hanya sebagai kelinci hias, kelinci anggora juga dimanfaatkan bulunya sebagai bahan wol dibeberapa negara seperti Perancis. Saat ini jenis kelinci anggora bermacam-macam dengan ciri khas tersendiri dilihat dari negara asalnya. Adapun macamnya meliputi French Angora, Satin Angora, English Angora dan Giant Angora.

3. Lion Head


Sesuai namanya, kelinci jenis ini mempunyai bulu lebat di antara lehernya layaknya singa jantan. Tapi dia juga ada kemiripan dengan anggora, sebab memang masih keturunan anggora Inggris. Keunikan bulunya yang menyerupai singa jantan inilah yang menjadi daya tariknya sehingga banyak dipelihara sebagai kelinci hias.

4. Dutch Rabbit


Dutch rabbit atau kelinci Belanda merupakan kelinci dengan kombinasi warna bulu putih dengan bercak hitam, cokelat, abu abu atau paduan dari warna-warna tersebut. Warna-warna tersebut terkadang membentuk pola yang membuat hewan ini semakin terlihat cantik. Bila masih kecil, dia mirip panda yang berukuran mini.

Berbeda dengan anggora, dutch rabbit tidak memiliki bulu yang lebat. Bulunya lebih pendek, rapi, dan kelihatan bersih.

5. English Spot


Kelinci ini berasal dari Inggris dengan ciri khas adanya spot (bintik-bintik) pada tubuhnya. Umumnya warna dasarnya adalah putih dengan bintik-bintik hitam, coklat atau abu abu. Di Inggris, kelinci ini telah dibudidayakan sejak lebih dari satu abad yang lalu.

6. Himalayan


Kelinci jenis Himalaya punya harga yang terbilang lebih mahal dibanding kelinci lain karena mereka susah untuk dikawinkan. Andai berhasil, biasanya mereka hanya mampu melahirkan bayi sebanyak 2 sampai 6 ekor saja.

Ciri ciri dari kelinci ini adalah memiliki dasar bulu putih, kecuali bagian hidung, telinga dan mulut yang biasanya terdapat warna lain yang lebih gelap. Ciri lain yang merupakan keunikan kelinci Himalaya adalah warna matanya berupa pink kemerahan.

7. Netherland Dwarf


Netherland Dwarf merupakan kelinci berukuran mini yang berasal dari Belanda. Dibanding kelinci jenis lain, ukuran tubuh Netherland Dwarf terbilang kecil dengan bobot hanya sekitar 1,25 kg untuk kelinci dewasa. Kelinci ini akan masih terlihat junior walaupun sudah dewasa karena ukuran tubuhnya yang kecil dengan wajah bulat pesek serta telinga tegak keatas yang juga berukuran kecil.

8. Rex Rabbit


Rex rabbit merupakan kelinci yang berasal dari Perancis. Habitat asal alaminya adalah daerah dingin dengan suhu kira kira 5 sampai 15 derajat Celsius. Saat ini Rex Rabbit sudah banyak bisa ditemukan di Indonesia.

Pada mulanya kelinci jenis ini dibudidayakan untuk diambil dagingnya karena terbilang lumayan berat dengan bobot standar sekitar 5 kg. Akan tetapi kemudian banyak yang menjadikannya kelinci hias karena kelinci Rex memiliki bulu yang pendek dan halus seperti beludru merah yang mewah sehingga orang sering menyebutnya sebagai kelinci karpet.

Kelinci Rex juga terdapat jenis mini yang tubuhnya berukuran lebih kecil dibanding Rex pada umumnya. Ini merupakan hasil persilangan dari Rex dengan Netherland Dwarf.

9. Flemish Giant


Seperti halnya kelinci Rex, Flemish Giant pada awalnya adalah kelinci pedaging karena ukurannya yang terbilang super jumbo untuk kategori kelinci pada umumnya. Bahkan pada tahun 2010, flemish giant terpanjang tercatat dalam The Guinness Book of Records dengan panjang 129 cm dan bobot 22,2 kg.

Walaupun berukuran jumbo, banyak juga yang menjadikan kelinci yang berasal Belgia dan sudah dibudidayakan sejak abad 16 ini sebagai peliharaan keluarga alias kelinci hias. Karena walaupun berukuran diatas kebanyakan kelinci, dia juga tetap hewan yang imut, lucu, dan menggemaskan layaknya kelinci pada umumnya. Bahkan tubuhnya yang besar merupakan nilai lebih darinya.

10. Kelinci Lop


Kelinci jenis ini merupakan kelinci unik yang berbeda dari kebanyakan kelinci. Bila telinga kelinci biasanya tegak berdiri, kelinci Lop punya telinga yang terkulai. Hal inilah yang menjadi daya tarik sehingga banyak dijadikan sebagai kelinci hias. Badannya yang padat juga membuat jenis kelinci lop banyak disukai.

Ada banyak jenis kelinci Lop karena mereka sudah banyak dikembangkan diberbagai negara. Diantaranya adalah English Lop, French Lop, Holland Lop, dan American Fuzzy Lop.

Untuk perawatan jenis kelinci hias dan pedaging sebenarnya tidak jauh berbeda. Yang terpenting adalah pemberian pakan yang cukup serta menjaga kebersihan kandang dan kelembabannya. Kandang yang lembab akan mudah membuat kelinci terserang penyakit terutama penyakit kulit. Oleh karenanya, sediakan pula Biodin yang merupakan obat luka dan penyakit kulit lainnya khusus untuk hewan.

Biodin adalah obat herbal kategori Foodgrade yang ampuh dalam penyembuhan luka pada hewan, baik luka baru ataupun lama bahkan yang sudah mengalami infeksi (borok). Bisa juga digunakan untuk mengobati penyakit kulit pada hewan seperti infeksi jamur (kurap), scabies (gudik/kudis), gatal-gatal, eksim kulit, demodex, dan radang ambing atau mastitis.(gm/odj)