Mewaspadai Infeksi Parvo pada Anjing

Mewaspadai Infeksi Parvo pada Anjing

Penyakit pencernaan pada anjing bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk virus. Infeksi Parvo adalah satu diantaranya. Infeksi Parvo adalah sejenis penyakit muntaber yang disebabkan oleh virus Canine Parvovirus (CPV). Penyakit ini sangat menular pada anjing, terutama pada anak anjing dibawah umur 1 tahun dan anjing yang belum divaksinasi.

Menurut penelitian, jenis anjing tertentu seperti Rottweiler, Pit Bulls, Labrador Retrievers, Doberman Pinschers, Gembala Jerman, English Springer Spaniels, dan anjing Alaska, sangat rentan terhadap penyakit ini.

Berdasarkan tempat infeksinya, ada dua jenis umum dari Parvovirus, yaitu Intestinal Parvovirus (menyerang saluran pencernaan) dan Cardiac Parvovirus (menyerang jantung).

Kasus yang paling banyak terjadi adalah infeksi pada usus atau saluran pencernaan. Jenis virus ini menginfeksi aliran darah dan menyerang lapisan saluran pencernaan, sumsum tulang, dan sel. Usus akan rusak dan menyebabkan bakteri masuk ke dalam aliran darah, menambah komplikasinya menjadi lebih besar. Sedangkan infeksi pada jantung juga bisa terjadi walaupun lebih jarang ditemukan. Virus ini akan menyerang otot-otot jantung janin dan anak anjing yang sangat muda dan sering menyebabkan kematian.

Gejala infeksi Parvo pada anjing
Masa inkubasi (masa dari virus masuk hingga mulai terlihat sakit) virus Parvo adalah antara 4-7 hari. Gejala-gejalanya dapat mulai muncul segera setelah masa inkubasi tersebut dan berkembang pesat dalam waktu 12 jam atau kurang dari itu.

Cepatnya masa inkubasi tersebut dan sulitnya mendeteksi virus saat masa inkubasi, menjadikan anak anjing yang terlihat sehat dapat menjadi sakit dalam beberapa hari.

Adapun gejala-gejala umum dari infeksi Canine Parvovirus pada saluran pencernaan anjing adalah :
- Diare parah, bahkan sampai berdarah
- Anjing lesu dan tak bergairah
- Hilangnya nafsu makan
- Demam
- Muntah
- Penurunan berat badan yang drastis

Infeksi Parvo pada anjing mempengaruhi kemampuan tubuhnya untuk menyerap nutrisi. Hal ini akan mengakibatkan anjing mengalami dehidrasi dan lemah karena kekurangan protein dan penyerapan cairan. Bisa juga terdapat bintik-bintik merah dikulit dan terkadang juga terdapat infeksi sekunder seperti pilek.

Bila kita memegang area perut anjing, mungkin anjing akan merespons karena sakit atau tidak nyaman. Anjing yang tertular CPV juga ada kemungkinan memiliki suhu tubuh rendah (hipotermia), bukan demam.

Penyebaran Canine Parvovirus
Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjakitnya anjing pada infeksi virus ini. Faktor utamanya adalah melalui kontak langsung dengan anjing yang terinfeksi, atau secara tidak langsung melalui rute fecal-oral (anus-mulut) yaitu kotoran dan muntahannya.

Konsentrasi virus yang berat ditemukan dalam kotoran anjing yang terinfeksi, jadi ketika anjing yang sehat mengendus kotoran anjing yang terinfeksi (atau anus), anjing itu dapat tertular penyakit tersebut. Virus ini juga dapat dibawa ke lingkungan anjing melalui sepatu yang bersentuhan dengan kotoran yang terinfeksi.

Selain itu, penularan juga dapat melalui benda-benda yang terkontaminasi dengan diare dari anjing yang menderita Parvo, semisal peralatan anjing, tempat makan dan minum, mainan atau tempat tidur. Virus juga dapat tertinggal di bulu anjing sehingga dapat berperan sebagai sumber penularan. Penyebaran virus melalui feses terjadi antara 3-4 hari setelah infeksi dan akan terus berlangsung selama 14 hari setelah infeksi.

Berdasarkan riset, virus ini dapat hidup di tanah selama satu tahun dan tahan terhadap sebagian besar produk pembersih. Parvovirus bahkan tahan terhadap perubahan cuaca.

Jadi untuk mencegah penyebaran virus ini, area yang terkontaminasi Parvovirus harus dibersihkan. Sebagai langkah awal ambil dan buang semua hal yang dikeluarkan oleh anjing dengan aman (muntah, tinja, dan lainnya). Kemudian cuci area tersebut dengan larutan disinfektan. Kita bisa menggunakan Biosepty. Biosepty adalah disinfektan alami yang berfungi untuk mencegah terjadinya infeksi dan penyebaran jasad renik seperti  bakteri dan virus, juga untuk membunuh mikroorganisme atau kuman lainnya penyebab penyakit pada hewan. Selain itu, Biosepty juga mampu menetralisir bau kantoran hewan dan bangkai.

Penanganan infeksi Parvovirus
Penyakit muntaber anjing ini penyebabnya adalah infeksi virus, karenanya tidak ada obat khusus untuk penyembuhannya. Perawatan Parvovirus difokuskan pada penyembuhan gejala dan mencegah infeksi bakteri menyebar, terutama di lingkungan anjing yang sakit.

Terapi cairan dan nutrisi melalui intravena/pembulu darah (pemberian infus) sangat penting dalam menjaga cairan tubuh anjing agar normal setelah diare dan dehidrasi yang parah. Kadar protein dan elektrolit juga perlu dipantau dan diatur sesuai kebutuhan.

Obat-obatan yang dapat digunakan dalam perawatan adalah obat-obatan untuk mencegah muntah (antiemetik), antasida, gastroprotektan, antibiotik, dan anthelmintik (obat cacing) untuk memerangi parasit.

Pencegahan infeksi Parvovirus
Pencegahan terbaik yang dapat kita lakukan terhadap infeksi CPV adalah mengikuti protokol vaksinasi yang benar. Anak-anak anjing kecil harus divaksinasi mulai dari usia enam minggu, dengan setidaknya dua vaksin setelah usia 10 minggu. Usahakan anak anjing tidak bercampur dengan anjing yang tidak dikenal hingga setidaknya dua minggu setelah vaksinasi ketiga mereka.

Anjing yang telah sembuh dari parvo pun harus tetap diisolasikan sekitar 1-2 minggu, kemudian dimandikan sebelum digabung dengan anjing lainnya. Semua ini untuk mencegah penularan virus CPV yang mungkin masih ada pada anjing.

Selain itu, jaga selalu keberhasilan kandang dan lingkungan anjing. Jangan biarkan kotoran anjing menumpuk, selalu ambil kotoran dengan segera. Bersihkan juga menggunakan Biosepty yang merupakan disinfektan alami untuk mencegah timbulnya bakteri dan virus penyakit. Kebiasaan ini akan mengurangi kontaminasi lingkungan dan mengurangi penyebaran parasit usus.

Infeksi virus parvo adalah penyakit dengan konsekuensi serius, artinya sangat mungkin menyebabkan kematian pada anjing. Tindakan cepat kita dan juga dokter hewan untuk menanganinya, akan memberi prognosis positif pada anjing dalam pemulihannya.(gm/odj)