Memahami Hairball pada Kucing dan Cara Penanganannya

Memahami Hairball pada Kucing dan Cara Penanganannya

Bagi cat lovers semua pasti pernah mendengar istilah hairball pada kucing. Ya, memang hairball bukanlah istilah yang asing bagi para pecinta kucing. Hampir sebagian besar kucing pernah mengalaminya, karena itu adalah hal yang lumrah pada kucing.

Adakalanya ketika kucing memuntahkan hairball, hal tersebut membuat kita jijik karena harus membersihkannya. Apalagi kalau muntahan tersebut berada pada tempat yang tak seharusnya, seperti karpet, sofa, tempat tidur atau lainnya, tentu akan menjengkelkan.

Walaupun hairball termasuk kejadian yang lumrah pada kucing, akan tetapi perlu juga diketahui tentang seluk-beluk terjadinya hairball dan juga cara penanganannya. Pada kondisi normal, hairball memang tidak akan punya efek buruk bagi kucing. Akan tetapi karena suatu hal, hairball bisa jadi membahayakan bagi kucing.

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu-persatu.

Pengertian hairball
Hairball adalah kumpulan bulu yang tertelan oleh kucing sehingga membentuk gumpalan/gulungan yang dapat menyumbat pencernaan kucing.

Mengapa semua ini bisa terjadi?

Pada dasarnya, kucing merupakan hewan yang selalu menjaga kebersihan tubuhnya, kucing akan selalu menjilati bagian tubuhnya yang kotor dengan lidahnya sampai bersih. Lidah kucing yang kasar, bisa membuat beberapa bulu yang rontok menjadi tersangkut dan akhirnya tertelan masuk ke pencernaan kucing. Akumulasi dari bulu-bulu yang tertelan inilah yang menyebabkan terbentuknya gulungan bulu yang dinamakan hairball.

Pada dasarnya, jumlah bulu yang tertelan oleh kucing sebenarnya terbilang sedikit, akan tetapi karena bulu tersebut tidak bisa dicerna oleh perut kucing, maka secara alami akan dikeluarkan bersamaan dengan fesesnya. Bisa juga hal tersebut membuat kucing mual sehingga memuntahkan hairball tersebut. Pemuntahan Ini biasanya dilakukan kucing untuk menjaga pencernaannya agar tetap nyaman.

Kucing yang memuntahkan hairball, memang adalah hal yang normal. Masalah akan menjadi serius ketika ada hairball dalam perut atau usus kucing, akan tetapi mereka tidak dapat memuntahkannya sendiri. Dalam kasus ini, hairball bisa mengeras dan menyumbat di usus. Hal ini perlu penanganan dokter hewan untuk membuangnya.

Hairball pada kucing lebih sering terjadi pada kucing berbulu lebat atau panjang. Hal ini terjadi karena mereka lebih sering melakukan grooming, yaitu membersihkan diri dengan menjilati bulunya sehingga lebih banyak bulu yang tertelan.

Ciri-ciri hairball pada kucing
Adanya hairball pada kucing, bisa diketahui dari keadaan dan tingkah laku kucing.

1. Kucing batuk-batuk berkepanjangan
Batuk yang berkepanjangan pada kucing, bisa jadi karena ada bulu yang mengganggu pada tubuhnya. Batuk-batuk adalah reaksi dari keadaan tersebut.

2. Kucing muntah bulu
Pada muntahan biasanya terlihat adanya gumpalan bulu. Gumpalan bulu bisa berbentuk seperti bola kecil atau agak panjang seperti feses (kotoran). Kita bisa mengorek-ngoreknya dengan ranting untuk memastikan itu merupakan gumpalan bulu atau bukan.

Ukuran hairball bervariasi mulai dari sebesar kelingking bayi hingga sebesar jempol orang dewasa. 

Kucing bisa muntah hingga beberapa kali dalam memuntahkan bulunya yang mengganggu. Muntah biasanya baru berhenti jika seluruh hairball keluar.

3. Kucing tidak memiliki nafsu makan 
Hilangnya nafsu makan kucing, bisa disebabkan keadaan dimana kucing muntah berkepanjangan atau hairball tidak dapat dikeluarkan melalui muntahan atau feses. Jika berlansung terus, hal ini bisa menyebabkan kucing menjadi kurus.

4. Kucing memakan rumput/tanaman. 
Terkadang kucing suka makan rumput atau tanaman dengan tujuan merangsang muntah sehingga hairball dapat keluar. Bisa juga mereka memakannya agar serat-serat dari rumput bercampur dengan hairball, sehingga hairball dapat keluar lebih cepat melalui feses. 

Jadi ketika kita menemukan kucing peliharaan makan rumput dan kemudian muntah, maka jangan terlalu risau akan hal tersebut. Itu adalah cara mereka untuk menghilangkan hairball dalam tubuhnya.

Pengobatan
Pengobatan hairball secara umum memang tidak ada, karena kondisi ini merupakan kondisi yang lumrah terjadi pada kucing. Akan tetapi kita bisa memberikan makanan kaya serat yang bertujuan untuk melancarkan pembuangan hairball melalui feses kucing. Kita bisa mendapatkan makanan yang bagus untuk pencernaan kucing tersebut di petshop.

Apabila kita mendapati adanya tanda-tanda hairball, dan khawatir kucing tidak bisa mengeluarkan semuanya secara alami, maka kita bisa menghubungi dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan beberapa tes diagnostik dan mungkin melakukan x-ray, untuk membedakan adanya hairball atau benda lain di perut kucing. Apabila ditemukan, dokter hewan biasanya akan memberikan opsi untuk membuangnya melalui pembedahan atau mencoba untuk meringankannya dengan memberikan berbagai obat. 

Mencegah hairball
Hairball memang keadaan yang tidak bisa dicegah. Ini karena sifat alami kucing yang gemar menjilati bulunya. Akan tetapi kita bisa melakukan grooming secara berkala untuk meminimalisir terjadinya kerontokan bulu.

Bentuk grooming tersebut berupa penyisiran rutin yang akan membuat bulu kucing yang rontok menjadi terangkat. Hal ini akan meminimalisir tertelanya bulu oleh kucing ketika dia menjilati bulunya.

Bentuk pencegahan lain adalah memandikan kucing menggunakan shampoo khusus. Kita bisa menggunakan shampoo petapeto. Selain melembutkan bulu, shampoo petapeto juga merupakan antiseptik yang akan menjaga kesehatan bulu dan kulit kucing kita. Ketika bulu dan kulitnya sehat, maka kerontokan bulu juga akan bisa diminimalisir.

Hairball pada kucing memang merupakan hal yang lumrah terjadi pada kucing. Dengan mempelajari seluk-beluknya, maka masalah yang mungkin akan timbul bisa kita cegah atau dapat ditangani dengan seksama.(gm/odj)