Kucing Anda Berperilaku Kompulsif ? 5 Faktor ini Mungkin Penyebabnya

Kucing Anda Berperilaku Kompulsif ? 5 Faktor ini Mungkin Penyebabnya

Kompulsif adalah kebutuhan tidak tertahankan untuk melakukan perilaku tertentu. Pada kucing, perilaku kompulsif yang paling umum adalah mengisap wol atau kain, menjilat dan mengunyah, juga terkadang menggaruk bulunya secara berlebihan - yang disebut Psychogenic Alopecia.

Kebanyakan kucing adalah penata rambut yang teliti, tetapi apa yang terjadi ketika perilakunya menjadi over alias berlebihan?

Karena berbagai alasan, beberapa perilaku kucing menjilati, menggaruk, dan mengunyah menjadi kompulsif. Ini dapat mengganggu anda dan juga merusak kulit serta bulu hewan peliharaan. 

Jika kucing anda menggaruk, menjilat, atau mengunyah secara kompulsif, kemungkinan anda secara reflek akan mencegahnya saat beraksi. Tetapi jika anda tidak melihatnya, kemungkinan pertama yang terjadi adalah rusaknya bulu kucing anda. Ini biasanya sering kali terjadi disepanjang panggul atau perutnya, tetapi tidak menutup kemungkinan juga pada bagian tubuh yang lain. Kucing dengan perilaku melukai diri sendiri juga dapat menyebabkan terbentuknya area merah dan juga iritasi pada kulitnya. 

Meskipun perilaku kompulsif menggaruk, menjilat, atau mengunyah dapat terjadi pada hewan apa pun, perilaku ini lebih sering terjadi pada kucing Siam dan ras Oriental lainnya. Kucing betina lebih cenderung menjilat, mengunyah, ataupun menarik bulu daripada kucing jantan. 

Perilaku kompulsif ini bisa terjadi karena ada sejumlah masalah medis dan juga psikologis yang dapat menyebabkannya. 

1. Parasit

Kutu seringkali menjadi penyebab di balik perilaku menjilat dan menggaruk kucing yang kompulsif. Kucing adalah penata rambut yang sangat baik, mereka sebenarnya bisa menghilangkan semua jejak kutu. Jika anda melihat kucing menjilati panggul atau bagian bawahnya secara obsesif, itu adalah tanda bahwa kutu mungkin menjadi penyebabnya. Parasit lain termasuk tungau dan kurap juga dapat memicu garukan, menjilat atau mengunyah dari kucing. 

2. Alergi

Sama seperti manusia yang bisa mengalami iritasi kulit sebagai respons terhadap makanan tertentu atau dipicu oleh lingkungan, kucing bisa juga mengalami kulit gatal-gatal dan teriritasi jika mereka alergi terhadap sesuatu di lingkungannya ataupun karena makanannya. 

3. Kulit kering

Udara musim dingin yang kering atau kekurangan gizi dapat menyebabkan kulit kering dan bersisik yang membuat kucing anda mulai menjilati atau menggaruk sebagai bentuk responnya.

4. Rasa sakit

Jika anda memperhatikan kucing menjilati atau menggigit di tempat yang sama berulang-ulang, bisa jadi ia mengalami rasa sakit atau tidak nyaman di area itu. Itu merupakan respon dari apa yang dirasakannya.

5. Kebosanan, kecemasan, atau gangguan kompulsif

Perilaku mengunyah, menggaruk, atau menjilati kucing yang kompulsif sering kali terjadi pada kucing yang bosan, stres, atau cemas. Gangguan mental ini lebih cenderung terjadi pada kucing dalam ruangan, yang mungkin disebabkan oleh keadaan dimana mereka lebih sedikit bergerak dan bersenang-senang daripada kucing yang berada diluar ruangan.

Gangguan kompulsif sering dimulai ketika ada perubahan di lingkungan kucing, seperti baru menjadi hewan peliharaan atau pindah ke lokasi baru. Bisa juga, perilaku yang dilakukan sebagai respons terhadap masalah medis yang sudah teratasi(sembuh), yaitu semacam sifat traumatik.

Perilaku kompulsif kucing yang berupa menjilat, menguyah bahkan menggaruk yang obsesif dan dalam jangka waktu panjang bisa menimbulkan luka dan iritasi pada kulit kucing. Kalau tidak segera diatasi bisa menjadi infeksi bahkan sampai menjadi bernanah atau borok.

Bila kucing sudah sampai luka disebabkan perilaku kompulsifnya, maka kita harus segera melakukan pengobatan untuk penyembuhan lukanya. Salah satu obat yang bisa digunakan adalah Biodin. 

Biodin merupakan obat herbal yang terbuat dari bahan alami yang sudah terbukti keamanan dan keampuhanya dalam penyembuhan luka, baik luka baru ataupun lama, bahkan yang sudah mengalami infeksi sehingga menjadi borok. Bisa juga digunakan untuk mengobati jamur, scabies (gudik), gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya. Biodin juga kategori Foodgrade, alias aman apabila terjilat oleh hewan peliharaan kita. Bentuknya pun juga bermacam-macam, ada cream, cair dan spray. Tinggal selera kita pilih yang mana, serta menyesuaikan daerah tempat luka tersebut berada.

Respon cepat terhadap sesuatu yang berbeda dari kebiasaan hewan peliharaan, akan mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diingankan. Bisa berupa penyakit ataupun lainya. Sesuatu yang diluar kebiasaan hewan peliharaan kita, menunjukan bahwa ada sesuatau yang tidak beres pada dirinya.(gm/odj)