Flu juga Bisa Terjadi pada kucing, Waspadai Gejalanya

Flu juga Bisa Terjadi pada kucing, Waspadai Gejalanya

Musim hujan atau dingin bisa jadi adalah musim yang lebih berat bagi kesehatan hewan peliharaan, tak terkecuali kucing. Ada beberapa jenis penyakit yang bisa menyerang pada musim ini, salah satunya adalah flu. Walaupun ada kemungkinan flu pada kucing terjadi pada musim lainnya, tapi kebanyakan flu pada kucing terjadi pada musim dingin atau hujan dan pancaroba.

Flu pada kucing memang bukan penyakit mematikan, akan tetapi jangan diremehkan, apalagi apabila yang terserang adalah kucing yang masih kecil (kitten). Flu yang berkepanjangan akan bisa mengancam jiwa kucing, karena kucing yang terserang flu biasanya akan ogah-ogahan makannya alias susah makan. Akibatnya kucing juga akan mengalami dehidrasi akibat nafsu makan menurun.

Pengertian flu kucing dan gejalanya
Flu kucing sebenarnya adalah penyakit yang disebabkan infeksi pada saluran pernapasan atas (upper respiratory tract infection / upper respiratory tract disease). Organ yang terinfeksi meliputi hidung, sinus hidung dan pangkal tenggorokan. Terkadang ada juga infeksi lanjutan pada organ yang berkesinambungan seperti mulut, telinga dan mata.

Sebagaimana anjing, kucing juga hewan yang mengandalkan indra penciumannya, walaupun tidak setajam anjing. Oleh karenanya saluran pernapasan punya peran penting bagi kucing. Selain mengatur keluar masuknya udara, saluran pernafasan pun berperan mengirimkan sinyal ke syaraf olfaktoris (syaraf penciuman) yang akan diteruskan ke otak dan diolah sebagai informasi.

Hal inilah yang menyebabkan nafsu makan kucing menurun ketika ada infeksi pada saluran pernapasannya. Dia akan lebih senang pada makanan yang beraroma tajam karena memungkinkan untuk lebih bisa dibaui indera penciumannya. Selain itu, mukus atau lendir, atau yang umumnya dikenal dengan ingus akan mengalami peningkatan akibat infeksi tersebut. Bahkan pada kondisi parah akan menyebabkan sesak nafas pada kucing akibat penumpukan lendir.

Adapun ciri umumnya flu kucing adalah badan kucing terasa panas (demam), bersin-bersin, nafsu makan berkurang, dehidrasi, mata memerah, keluar ingus, kurang energik, sariawan, dan mata kucing berair.

Kondisi seperti diatas biasanya ditemui pada infeksi yang baru (akut). Sedangkan pada infeksi yang kronis (lama) biasanya nafsu makan tidak terganggu, tidak ada demam, dan tidak terlalu parah. Selebihnya biasanya hanya terjadi saat kondisi imun sedang menurun dan akan sembuh ketika daya imun kucing kembali membaik.

Penyebab flu kucing serta penularannya
Flu biasanya mudah menyerang pada kucing yang belum divaksin dan yang sukanya hanya tidur-tiduran alias jarang gerak. Sebagaimana telah disinggung diatas, faktor utama terjadinya flu adalah menurunnya imun kucing. Flu kucing bisa saja sembuh ketika daya tahan kucing membaik. Ketika daya tahan tubuh kucing menurun maka dia akan mudah terserang virus atau bakteri. Adapun virus atau bakteri yang paling umum menjadi penyebab flu kucing adalah:

1. Virus
Virus yang umum menginfeksi yaitu feline rhinotracheitis dan feline calunivirus. Gejalanya sangat khas untuk infeksi calicivirus yaitu adanya luka di mulut (sariawan /stomatitis), air liur berlebihan. Sedangkan infeksi rhinotracheitis atau feline herpesvirus selain gejala peradangan pada saluran nafas, juga akan terlihat adanya gejala pada mata (infeksi mata, mata merah, selaput mata menutupi 1/3 mata).

2. Bakteri
Adapun bakteri yang menjadi penyebab flu kucing adalah Bordetella bronchiseptica dan Chlamidya (Chlamydophila felis). Gejala akibat infeksi chlamidya akan memperlihatkan infeksi parah pada mata, membuat mata tertutup, bengkak, dan banyak kotoran. Biasanya terjadi pada kitten atau anak kucing.

Kucing yang pernah terinfeksi akan menjadi carrier atau pembawa virus dan memungkinkan menularkan virus. Adapun penularannya bisa karena lewat air liur kucing, bersin, makanan dan minuman yang terkontaminasi virus atau bakteri, dan juga dari peralatan memelihara kucing (kandang, kotak makan dan lain sebagainya).

Perawatan dan pencegahan
Apabila kucing kesayangan kita sudah terserang flu kita bisa memberikan madu dan vitamin untuk menjaga kondisi tubuhnya. Untuk makanannya berilah yang beroma tajam agar nafsu makannya tetap tinggi. Selain itu kita harus menjaga kebersihannya dengan membersihkan ingus ataupun matanya yang mungkin berair dan kotor, tapi jangan dimandikan. Kalau tubuhnya kotor cukup lap dengan kain atau handuk yang sedikit dibasahi agar jangan sampai tubuh kucing kedinginan. Kita juga harus menjaga kondisi tubuhnya tetap hangat. Bisa juga dengan cara dijemur di pagi hari untuk menghangatkannya. Untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut bawalah ke dokter hewan agar langsung tertangani.

Virus dalam tubuh kucing sebenarnya bisa saja kembali aktif ketika daya tahan tubuhnya menurun. Oleh karena itu, ketika sudah diobati dan flu kucing sudah sembuh suatu saat ketika ketika imun kucing menurun, kondisi tubuh sedang kurang baik, dan cuaca kurang mendukung bisa saja flu akan kembali terjadi pada kucing.

Untuk mencegahnya kita harus menjaga daya tahan tubuh kucing selalu prima. Pemberian makanan yang berkualitas serta memberikan perhatian dengan mengajaknya bermain atau bentuk lain akan membantu menguatkan daya imunnya. Bisa juga kita menambahkan susu hewan sebagai suplemen untuk kesehatannya.

Susu HM (Healthy Milk) adalah susu formula untuk hewan yang tidak mengandung cereal, rendah laktosa dan kaya vitamin. Susu HM sangat baik untuk pencernaan hewan, serta berfungsi sebagai suplemen dan dapat membantu daya tahan tubuh hewan. Susu HM sangat bagus digunakan untuk kucing dan juga mamalia lain seperti anjing, hamster dan kelinci.(gm/odj)