FIP: Penyakit Mematikan pada Kucing yang Harus Diwaspadai

FIP: Penyakit Mematikan pada Kucing yang Harus Diwaspadai

Ada banyak penyakit yang bisa saja menyerang pada kucing peliharaan kita. Mulai dari yang ringan hingga mematikan. Dan salah satu yang mematikan adalah Feline Infectious Peritonitis (radang selaput rongga perut dan dada) pada kucing yang biasa disebut dengan FIPFIP adalah penyakit serius yang hampir selalu berakibat kematian pada kucing.

Pada instagram grup pecinta kucing di Indonesia, yaitu Meowholic, pernah ada postingan yang menceritakan kisah sedih kucing bernama 'Ochi' yang mengalami penyakit ini. Isi postingan yang berjudul "Surat Ochi dari Surga" tersebut adalah sebagai berikut :

Surat Ochi dari Surga.
Helo kakak2 #meowholic
Namaku mochi panggil aja Ochi. Ras ku persia campur anggora, warna bulu ku kuning, jantan dan putih usiaku 3tahun lebih tinggal dengan mommy tri dan kakak hawi di kota bekasi. Kebiasaanku adalah nongkrong di dapur karena mommy suka memberi makan ku ayam rebus yang di suwir-suwir walaupun makananku sebenarnya royal cannin tapi aku paling suka ayam rebus yang disuwir. Setiap mommy kasih ayam itu aku dengan lahap menyantapnya. Aku suka mejeng dikomplek rumahku dan suka berantem dengan kucing kampung, alhasil aku sakit FIP penyakit yang membuat hanya perutku saja yang membuncit tapi badanku yang lain hanya tulang, mataku menguning, leher dan kakiku borokan jalanku sempoyongan. 
Kata dokter penyakitku tidak bisa disembuhkan karena belum ada obatnya, akhirnya aku sering dirawat diklinik hingga 4hari makananku juga harus diganti, gigiku sudah tidak bisa menggigit dengan kuat alhasil mommy menghancurkan makananku dengan air hangat dan sendok. Makanku pun disuapin oleh mommy yang setia merawatku, memberi obat dan madu agar aku tetap kuat melawan penyakitku. 
Jalanku seperti zombi ku sudah tidak bs naik tangga lagi dan naik ke ranjang kasur karena ku sudah tidak kuat dan terkadang terjatuh karena tidak kuat menahan berat diperutku yang semakin hari membesar. Aku semakin dengan mommy karena mungkin aku sadar akan kematian yang memanggilku setia mommy sholat ku selalu berada didepan atau disampingnya, setiap masak apalagi aku pasti slalu duduk dan melihat mommy masak, kata dokter umurku tinggal 2bulan. 
Ternyata dugaan dokter salah aku bertahan hanya dalam satu bulan lebih karena perutku yang semakin membesar membuatku sulit bernafas akhirnya aku meninggal pada waktu subuh meninggalkan kakak kakak dan mommy. Selamat jalan aku sekarang sudah bahagia di surga dengan teman teman.
Megawati yuni putrie

Ochi didiagnosis menderita penyakit yang dinamakan Feline Infectious Peritonitis (FIP). Meskipun usaha terbaik sudah dilakukan oleh sang pemilik, Ochi pun akhirnya mati disebabkan penyakit tersebut.

Lalu penyakit apakah sebenarnya FIP tersebut?

FIP adalah penyakit sistemik (adanya kelainan kondisi sistem metabolisme tubuh) yang disebabkan oleh Feline Enteric Coronavirus (FECV) yang sudah bermutasi menjadi virus ganas yang disebut Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). Sampai saat belum diketahui apa penyebab dari mutasi virus tersebut.

FECV adalah termasuk keluarga coronavirus (feline corona virus/FcoV), yaitu sejenis kelompok virus yang juga menyerang anjing dan babi. Beberapa spesies virus ini dapat menyerang manusia. Tetapi virus yang menyebabkan FIP pada kucing, tidak dapat menyerang manusia.

Bentuk dan gejala penyakit 
Pada penyakit ini terdapat 2 tipe, yaitu basah dan kering. Tipe basah bentuknya lebih ganas dan lebih banyak terjadi. Tipe penyakit yang muncul biasanya sangat tergantung pada reaksi kekebalan tubuh kucing ketika terinfeksi virus ini. Bila kekebalan tubuh bereaksi cepat maka yang muncul adalah tipe kering. Sebaliknya bila kekebalan tubuh lambat bereaksi, maka tipe basah yang muncul.

Ketika virus mulai masuk dan berkembang dalam tubuh, terkadang sebagian besar kucing yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala nyata. Setelah kontak, virus mulai berkembang di tenggorokan dan usus halus kucing. Kemudian pindah ke paru-paru, perut dan menyebar diseluruh usus. Sekitar 1-10 hari kemudian virus sudah dapat ditularkan ke kucing lain. Selama infeksi ini, gejala yang muncul dapat berupa bersin-bersin, mata berair, lendir hidung yang berlebihan, diare, berat badan berkurang, lemah dan lesu. Gejala yang muncul dapat juga tidak spesifik, seperti hilangnya nafsu makan, depresi, rambut kasar dan demam.

kucing penderita FIP bentuk basah

Pada bentuk basah terjadi akumulasi cairan di rongga perut dan rongga dada, menyebabkan menyebabkan pembengkakan daerah perut (biasanya tanpa rasa sakit) disertai kesulitan bernafas. Sedangkan pada bentuk kering, cairan yang menumpuk relatif sedikit dan gejala yang muncul tergantung organ yang terinfeksi virus.

Pada bentuk kering, gejala penyakit bisa saja tidak muncul. Akan tetapi kucing dapat menjadi carrier dan dapat menularkan virus pada kucing lain. Hal ini berlangsung hingga kekebalan tubuhnya berkurang sedikit demi sedikit. Ketika kekebalan tubuh kucing mulai berkurang, penyakit akan semakin berkembang hingga timbul gejala sakit dan akhirnya menyebabkan kematian.

Sekitar setengah dari kasus tipe kering yang terjadi menunjukkan gejala radang mata atau gangguan syaraf seperti : lumpuh, cara berjalan yang tidak stabil dan kejang-kejang. Gejala lainnya bisa berupa gagal ginjal atau pembengkakan hati, depresi, anemia, berat badan berkurang drastis, gangguan pankreas dan sering disertai demam. Gejala lain berupa muntah, diare & icterus (warna kekuningan pada kulit dan selaput lendir).

Penularan
Kontak langsung adalah media utama penularan virus ini. Penyebarannya bisa melalui air liur dan kotoran kucing yang terinfeksi. Penularan terutama terjadi melalui kontak kotoran dengan mulut kucing, adapun lainnya bisa melalui liur atau lendir saluran pernafasan.

Virus FIP dapat bertahan hidup selama 2-3 minggu dengan suhu ruangan pada permukaan kering, termasuk pada peralatan makan kucing, mainan, kotak kotoran (litter box), tempat tidur, pakaian kucing atau bulu kucing. Induk yang pembawaan dapat menularkan virus ke anaknya. Menurut para ahli, kucing jarang tertular virus FIP secara langsung. Sebagian besar penyakit FIP yang terjadi diduga berasal dari mutasi FECV yang memang banyak terdapat pada pencernaan kucing dan relatif tidak berbahaya.

Pencegahan
Cara yang bisa dilakukan untuk mencegah FIP adalah dengan pemberian vaksin. Vaksin bisa diberikan mulai usia 16 minggu. Walaupun dari beberapa sumber masih memperdebatkan efektivitas vaksin ini.

Selain itu, kebersihan kandang dan peralatan kucing harus selalu dijaga. Jangan lupa untuk mencucinya dengan sabun, deterjen atau disinfektan. Gunakan Biosepty sebagai disinfektan untuk mencegah penyebaran virus dan bibit penyakit lainnya.

Biosepty adalah disinfektan berbahan alami yang ampuh untuk mensterilkan kandang juga peralatan lainnya. Selain itu, Biosepty juga akan menetralisir bau dari kotoran hewan. Karena berbahan herbal, Biosepty aman digunakan pada hewan peliharaan.(gm/odj)