Cara Merawat Anak Kucing yang Terpisah dari Induknya

Cara Merawat Anak Kucing yang Terpisah dari Induknya

Siapa yang tidak senang dan gemas melihat tingkah laku kitten?
Setiap orang pasti senang dan gemas melihat tingkah laku kitten atau anak kucing, kecuali tentunya mereka yang alergi terhadap kucing atau tidak suka kucing. Kebanyakan orang pasti suka akan kelakuan anak kucing. Hal ini disebabkan karena kucing yang masih kecil, biasanya masih bersih bulunya, lucu, imut, atraktif, dan sangat suka bermain-main.

Disamping hal menggemaskan tersebut, bagi pemiliknya, perlu perawatan yang berbeda dari kucing dewasa agar anak kucing bisa tumbuh sehat sampai bisa mandiri. Kalau masih bersama induknya, tentu bukan hal yang sulit, karena semua kebutuhannya akan dipenuhi dan dilakukan oleh induknya. Mungkin kita tinggal mengawasi dan mengcover kebutuhan induknya saja, atau hanya perlu sedikit membantu bagi kebutuhan anak kucing.

Akan tetapi anak kucing yang terpisah dari induknya (dikarenakan terjadi sesuatu pada sang induk atau penyebab lainnya) atau ketika kita adopsi hanya berupa anak kucing tanpa induk, maka kita harus memberikan perhatian lebih ekstra untuk kelangsungan hidupnya.

Masa krusial bagi pertumbuhan anak kucing adalah 1 sampai 3 bulan. Untuk anak kucing yang sudah tidak ada induknya, kita harus bisa berperan sebagai induk penggantinya.

Berikut perawatan yang perlu dilakukan bagi anak kucing  yang sudah tidak ada induknya :

1. Mempersiapkan kandang
Untuk anak kucing yang masih kecil, kita harus menyiapkan tempat khusus untuk keberadaannya. Siapkan kandang yang nyaman, hangat dan bersih. Usahakan jangan sampai kehujanan atau berada pada daerah yang lembab. Kita harus menjaga suhu ruangan atau kandang agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Suhu hangat sangat dibutuhkan anak kucing untuk menjaga kondisi tubuhnya. Bila diperlukan, bisa dipasang bohlam pijar di ruangan atau kandang agar suhu hangat bisa terjaga.

2. Memberikan asupan makanan yang cukup
Dalam cara merawat anak kucing, kita harus memberikan asupan makanan yang sesuai berdasarkan kategori umur anak kucing tersebut. Hal ini perlu diperhatikan, mengingat anak kucing dan kucing dewasa tidak sama dalam proses pencernaan makanannya.

  • ‌Ketika anak kucing berumur antara 1 - 3 minggu (jikalau tidak ada induk yang menyusuinya), untuk makanannya dapat menggunakan susu formula. Adapun cara pemberiannya bisa menggunakan botol susu. Ini bisa diberikan sekitar 2 - 3 jam sekali.
  • ‌Ketika anak kucing berumur 4 - 6 minggu dan sudah mulai bisa bermain, ini berarti sudah bisa dimulai diberikan makanan kucing. Akan tetapi perlu diingat, makanan yang diberikan adalah makanan untuk anak kucing bukan untuk kucing dewasa. Dalam jenis makanan kucing biasanya sudah tertera untuk kategori umurnya. Berikan makanan basah atau makanan kering juga bisa. Untuk yang kering lebih baiknya dilembutkan terlebih dahulu dengan air, kemudian dicampur dengan susu formula. Untuk penyajiannya bisa ditaruh di tempat makan kucing dengan posisi rendah. Hal ini bertujuan agar mudah dijangkau oleh anak kucing. Untuk pemberian makannya bisa 4 - 6 kali sehari.
  • ‌Untuk umur selanjutnya, sudah bisa mulai diberikan makanan kucing yang kering. Untuk pemberiannya bisa 4 kali sehari atau sesuai dengan kebutuhan. Apabila ditambah dengan susu formula juga bagus, sebagai penambah suplemennya. Yang penting dijaga keseimbangannya, agar kesehatan kucing tetap terjaga.

Dalam pemberian susu formula untuk kucing, harus diingat, jangan memberikan susu sapi pada kucing!
Susu sapi memiliki kadar laktosa yang tinggi, hal ini tidak baik untuk kucing. Kucing tidak mampu memproduksi enzim lactase sehingga dia tidak bisa mencerna kandungan laktosa yang ada pada susu sapi. Akibatnya kucing bisa terkena gangguan pencernaan seperti diare, kembung dan nyeri lambung. 

Baiknya kandungan laktosa atau gula yang terkandung dalam susu untuk kucing memiliki takaran rendah. Hal ini bisa kita dapatkan pada susu HM (healthy milk). Susu HM adalah susu formula untuk hewan yang tidak mengandung cereal, rendah laktosa dan kaya vitamin. Ini sangat baik untuk pencernaan hewan, serta berfungsi sebagai suplemen kesehatan hewan. Susu HM sangat bagus digunakan bagi kucing, anjing, hamster, kelinci atau hewan peliharaan lainya.

3. Menyediakan tempat minum bagi kucing
Untuk kebutuhan air minumnya, kita bisa menyediakan wadah yang pendek akan tetapi agak lebar. Hal ini bertujuan agar kucing bisa menjangkaunya dan air tidak gampang tumpah. Kucing kecil sangat suka bermain-main, sehingga kalau wadahnya juga kecil akan gampang ditumpahkan oleh sikucing.

Pemberian air ini penting untuk mencegah dehidrasi pada kucing. Kucing yang kekurangan asupan air bisa menyebabkan masalah pada kesehatannya.

4. Membantu anak kucing untuk BAB dan BAK
Pada umumnya, bayi kucing yang baru lahir masih belum lancar BAB dan BAK nya. Biasanya akan dirangsang oleh induknya dengan cara menjilati anus atau saluran kecing anaknya. Namun bila bayi kucing tidak didampingi induknya, maka kita dapat membantu dengan mengusap anus atau saluran kencingnya dengan kapas yang dibasahi atau tisu basah. Hal ini bisa membantu anak kucing untuk BAB atau BAK. Ini juga bisa memberikan kenyamanan pada kucing yang notabene nya merupakan hewan yang suka bersih.

5. Mengajarkan anak kucing untuk menggunakan media pasir
Untuk anak kucing yang sudah bisa makan sendiri, kita bisa menyediakan box berisi pasir sebagai tempat membuang kotoran sikucing. Tujuanya agar anak kucing selalu terbiasa pup di tempat pasir tersebut. Kita bisa melatihnya dengan cara menaruhnya di box pasir setelah si kucing selesai makan. Untuk pasirnya kita bisa menggunakan pasir khusus untuk kucing yang banyak dijual di petshop.

6. Menyediakan tempat untuk bermain
Anak kucing biasanya akan selalu aktif dalam kesehariannya. Ia akan selalu berlari kesana kemari dan juga selalu bermain-main dengan benda apapun. Untuk itu perlu disediakan tempat yang cukup untuk tempat bermain baginya. Ini berguna agar anak kucing tidak gampang stress.

Bisa juga disediakan media yang membuat anak kucing bisa mencakar-cakarnya. Hal ini merupakan insting alaminya, yang tentunya juga akan membuatnya lebih gembira.

Kita juga bisa mengajaknya bermain-main menggunakan tali ataupun media lainnya. Hal ini akan lebih mendekatkan emosional si kucing pada pemiliknya. Jikalau anak kucing merasa nyaman akan lingkungannya dan selalu gembira, maka akan bagus untuk kesehatan dan juga pertumbuhannya.(gm/odj)