8 Indikasi Anjing Sakit yang Harus Diketahui

8 Indikasi Anjing Sakit yang Harus Diketahui

Memiliki hewan peliharaan adalah hal yang mengasyikkan. Stress bisa berkurang ketika kita bermain dengan mereka. Selain itu, memiliki hewan peliharaan juga akan mengajari kita untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab.

Demikian halnya memiliki anjing peliharaan. Mengajaknya jalan-jalan di pagi hari, bermain bersama, melihatnya makan dengan lahap, adalah hal yang menyenangkan. Akan tetapi semuanya tidak akan terjadi ketika kita mendapati anjing kesayangan dalam kondisi sakit. Oleh karenanya, kita juga harus bertanggung jawab dengan selalu menjaga kesehatan anjing kita.

Ketika kondisi anjing sakit, tentunya aktivitas si anjing juga akan berkurang. Ada beberapa ciri atau tanda yang menunjukkan bahwa anjing dalam keadaan sakit. Tetapi sebelumnya kita perlu tahu dulu ciri-ciri kondisi normal (sehat) pada anjing. Beberapa diantaranya adalah :

  • Suhu tubuh anjing berkisar antara 38° - 39° C dengan rentang 0,9° C keatas. Jika suhu tubuh lebih dari 39,9° C pada anjing, dapat dinyatakan bahwa anjing tersebut terkena demam. 
  • Jantung anjing berdetak antara 80 - 120 kali per menit ketika anjing dalam keadaan rileks, begitu juga dia bernafas sebanyak 15 - 20 kali per menit dalam keadaan rileks tersebut.
  • Gusi anjing berwarna merah

Kondisi sebaliknya, yaitu yang merupakan indikasi bahwa anjing dalam keadaan sakit, itu bisa dilihat pada organ tubuh serta beberapa kondisi, diantaranya :

1. Mata
Mata merupakan indikator kesehatan yang sangat mudah terlihat, perubahan kondisinya merupakan tanda bahwa anjing sedang sakit. Perubahan ini meliputi mata yang sayu, bengkak, kemerah-merahan pada kornea, kekuningan dan kerusakan bola mata.

2. Hidung 
Hidung anjing yang mengeluarkan cairan berlebihan secara terus menerus, merupakan indikasi ada masalah dalam tubuhnya. Cairan bisa berwarna bening atau memiliki warna seperti hijau kekuning-kuningan.

3. Telinga
Terdapat kotoran yang berlebihan pada telinga anjing adalah sesuatu yang tidak normal. Apalagi sampai mengeluarkan bau tak sedap dan gatal.

4. Kulit dan bulu
Bulu rontok dalam jumlah berlebihan, warna bulu memudar atau berubah warna adalah indikasi nyata dari gangguan kulit dan bulu pada anjing. Gangguan kulit juga akan mengakibatkan anjing menggaruk rutin bahkan sampai menggesekkan kulitnya pada tembok atau lantai yang kasar. Bentuk lainnya adalah kulit kemerahan seperti radang atau lecet, kulit timbul bintik-bintik merah atau seperti cacar.

5. Kotoran (feses)
Apabila anjing mencret ada kemungkinan dia cacingan, atau bisa juga karena makanan yang berubah secara tiba-tiba.

Perlu juga diwaspadai apabila anjing mengeluarkan kotoran berdarah, berwarna hitam, dan berbau tajam. Keadaan itu bisanya merupakan ciri ciri anjing mengalami infeksi bakteri atau virus di pencernaannya.

6. Air seni
Dalam kondisi normal (sehat), air seni anjing berwarna kuning muda. Apabila warnanya kuning pekat, kemungkinan dia sedang demam. Warna kuning pada air seni juga merupakan salah satu gejala penyakit leptospirosis yang ditularkan oleh tikus.

7. Nafsu makan
Apabila dalam setengah hari anjing belum mau makan, itu tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi apabila setelah 24 jam tetap belum mau makan, maka harus dicari penyebabnya, bisa karena stress atau penyakit.

8. Tingkah laku
Anjing yang sakit juga akan tidak seaktif biasanya. Mereka akan lebih sering tidur, gelisah, dan terkadang mudah terjatuh apabila berjalan.

Kondisi sakit pada anjing bisa terjadi kapan saja. Untuk mencegahnya bisa dilakukan banyak hal, diantaranya adalah menjaga kehigienisan kandang atau ruangan anjing. Kandang yang bersih belum tentu higienis. Kita bisa menggunakan Biosepty agar kandang menjadi higienis alias bebas dari bibit penyakit.

Biosepty adalah disinfektan alami yang berfungi untuk membunuh kuman, bakteri, virus, dan jamur. Selain itu, Biosepty juga mampu menetralisir bau kantoran hewan. Alhasil, kandang menjadi higienis, bebas bau serta nyaman.

Selain kebersihan lingkungan, faktor yang sangat berpengaruh pada kesehatan anjing adalah makanannya. Apabila anjing makan sembarangan, maka kemungkinan dia jatuh sakit menjadi lebih besar.

Memiliki anjing yang sakit, tentu tidak diinginkan oleh siapapun. Oleh karena itu, ketika kita mendapati sesuatu hal yang mengindikasikan anjing dalam kondisi sakit, maka kita harus segera melakukan penanganan dan pengobatan. Ini tidak hanya untuk kebaikan anjing sendiri, tapi juga bagi kita si pemilik agar terhindar dari kemungkinan tertular penyakit dari anjing.(gm/odj)