4 Penyebab Umum Kucing Susah Makan

4 Penyebab Umum Kucing Susah Makan

Di media sosial, terutama grup pecinta hewan peliharaan, bila kita perhatikan orang sering membicarakan masalah hewan peliharaan mereka yang susah untuk makan, tak terkecuali salah satunya adalah kucing. Hewan peliharaan yang susah untuk makan tentu memprihatinkan bagi pemiliknya, karena salah satu keasyikan punya hewan peliharaan adalah ketika melihat mereka makan. Pada kucing, bila ia susah makan itu adalah masalah serius, tidak bisa dipandang sebelah mata karena merupakan hal yang membahayakan.

Ketika kucing kekurangan asupan makanan, maka lemaklah yang akan digunakan sebagai cadangan sumber energinya. Langkah selanjutnya, lemak tersebut akan diproses oleh hati sehingga lemak yang tersimpan dalam tubuh bisa berubah menjadi bahan bakar energi. Pada keadaan normal, proses pembentukan energi pada kucing haruslah didukung oleh pasokan protein yang cukup.

Kucing yang mogok makan akan menyebabkan penurunan badannya secara drastis. Hal ini menyebabkan pasokan protein menjadi menipis dan akhirnya habis. Untuk kebutuhan fisiologinya maka hati akan memproses lemak untuk menjadi energi. Bila hal ini berlangsung terus menerus, maka lemak akan menumpuk di hati. Kondisi ini akan sangat berbahaya bagi kucing, karena akan menyebabkan gagal hati atau yang biasa disebut lipidosis hati (sindrom hati berlemak).

Perubahan nafsu makan pada kucing harus segera disikapi. Hal ini bertujuan agar kita bisa melakukan banyak hal untuk mengembalikan nafsu makan kucing normal kembali. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui kira-kira apa penyebab hilangnya nafsu makan kucing tersebut.

Berikut adalah penyebab umum hilangnya nafsu makan pada kucing.

1. Adanya penyakit

Apabila ada yang tidak beres pada tubuh hewan, salah satu indikasi utamanya adalah dia menjadi kehilangan nafsu makannya. Sama dengan manusia, sakit akan menyebabkan nafsu makan menjadi hilang. Oleh karenanya, kita harus memperhatikan apabila tiba-tiba kucing peliharaan kita menjadi hilang nafsu makannya. Beberapa kondisi serius mungkin saja terjadi, seperti infeksi, gagal ginjal, pangkreatitis, masalah usus, atau kanker. Tetapi bisa juga masalah dibagian mulut kucing seperti sakit gigi atau sariawan yang menyebabkan hilangnya nafsu makan kucing.

2. Melakukan vaksinasi

Vaksinasi bagi hewan merupakan salah satu solusi untuk pencegahan dan juga penyelamatan bagi hewan peliharaan dari penyakit yang menular atau mematikan. Tapi apakah anda pernah melihat dan memperhatikan bahwa hewan peliharaan anda menjadi hilang nafsu makan tidak lama setelah melakukan vaksinasi? Apabila itu terjadi, berarti nafsu makan kucing hilang terjadi karena efek samping dari vaksinasi tersebut. Ini umum terjadi, akan tetapi biasanya hanya bersifat ringan dan sementara saja. Apabila memang tidak ada masalah pada tubuh kucing, maka tidak lama nafsu makannya akan kembali seperti sediakala.

3. Bepergian dan berada dilingkungan yang tidak dikenal

Seperti juga dialami banyak orang, kucing juga butuh penyesuaian apabila berada pada lingkungan baru yang tidak dia kenal. Kucing juga merupakan hewan yang kondisinya dipengaruhi oleh kebiasaannya. Jadi apabila terjadi perubahan kondisi dan juga rutinitas, akan bisa menyebabkan kucing menjadi hilang nafsu makan. Selain hal tersebut, beberapa hewan juga melakukan penolakan ketika diberi makanan ketika melakukan perjalanan, baik darat, laut ataupun udara. Hal ini biasanya disebabkan karena mabuk perjalanan yang bisa menyebabkan perut hewan tersebut menjadi mual.

4. Depresi atau masalah psikologis 

Apabila diketahui bahwa tidak ada penyakit didalam tubuh kucing, maka bisa jadi faktor psikologis yang berupa kecemasan atau depresi adalah sumber dari penolakan kucing terhadap makanan. Perubahan dalam rumah tangga, semisal adanya penghuni baru, bisa juga menjadi faktor yang mengganggu bagi kucing yang sensitif. Perubahan rutinitas yang sudah menjadi kebiasaannya, semisal perubahan pola makan atau jenis makanannya terkadang bisa juga mempengaruhi emosianal kucing, atau bisa jadi kucing anda menjadi suka pilih-pilih makanan alias rewel makannya. Perlu diingat, bahwa kucing membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap sebuah perubahan, apalagi yang terkait pada pola dan jenis makanannya.

Hilangnya nafsu makan pada kucing harus segera dicari solusinya. Apabila kucing yang tidak mau menyentuh makanannya tetap dibiarkan, ini akan berdampak serius bagi kondisi kucing tersebut bahkan bisa berakhir pada kematian.

Apabila faktor makanan adalah penyebabnya, maka kita harus mencoba mengganti makanannya dengan beberapa alternatif makanan lain yang kemungkinan disukai oleh kucing. Ini juga berlaku apabila kemungkinan penyebabnya adalah depresi atau kecemasan. Selain mengatasi sumber depresinya, dengan mengganti jenis makanannya diharapkan bisa mengembalikan mood kucing untuk kembali mau makan.

Demikian juga apabila faktor penyakit dalam adalah sumber masalahnya. Kita bisa mencari solusinya dengan mengkonsultasikannya pada dokter hewan.

Sedangkan untuk kucing yang bermasalah pada bagian mulutnya, baik berupa sariawan atau sakit gigi, kita bisa menggunakan Hypets sebagai solusi pengobatannya.

Hypets adalah obat herbal yang terbuat dari bahan alami kategori Foodgrade alias aman apabila tertelan, yang sudah terbukti keamanan dan juga kualitasnya. Hypets berfungsi sebagai anti septik yang tidak menyebabkan resistensi, sehingga efektif dan aman untuk menyembuhkan sakit gigi,sariawan, air liur berlebih, dan masalah mulut lainya pada hewan peliharaan.

Menjaga nafsu makan kucing tetap tinggi penting untuk dilakukan. Karena masuknya asupan makanan pada tubuh kucing, sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup kucing kesayangan kita.(gm/odj)